Gandeng PT Pandawa Agri Indonesia, IPB University Gelar Uji Coba Lapangan Bioherbisida Granul Umbi Teki “HERBITEK” di Banyuwangi

brayenpatandean_1

Gandeng PT Pandawa Agri Indonesia, IPB University Gelar Uji Coba Lapangan Bioherbisida Granul Umbi Teki “HERBITEK” di Banyuwangi

Uji lapangan berskala demonstrasi plot ini menjadi tonggak penting dalam upaya menghadirkan alternatif herbisida hayati ramah lingkungan bagi petani padi dan jagung, sekaligus mendorong hilirisasi inovasi dan kemandirian pertanian nasional.

BANYUWANGI — Tim peneliti IPB University bersama mitra industri PT Pandawa Agri Indonesia melaksanakan uji coba lapangan bioherbisida granul berbahan dasar umbi teki (Cyperus rotundus) bermerek dagang HERBITEK, pada 4–5 September 2026, di dua lokasi berbeda di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, yaitu di Dusun Krajan, Desa Kabat, Kecamatan Kabat, untuk demplot padi sawah, dan di Dusun Wonorekso, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, untuk demplot jagung manis.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program Pengembangan Inovasi Tahun 2026 Skema A (Pengembangan Inovasi Kolaborasi Industri/Startup) yang mendapat dukungan pendanaan dari program PRIMESTeP bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB). Melalui skema ini, inovasi bioherbisida hasil riset panjang tim IPB University yang telah mengantongi paten tersebut didorong untuk naik kelas dari laboratorium menuju skala komersial melalui pengujian di lahan petani secara langsung.

Uji coba lapangan digelar pada dua jenis demonstrasi plot di dua desa berbeda, yaitu demplot padi sawah seluas 320 m² di Dusun Krajan, Desa Kabat, Kecamatan Kabat, serta demplot jagung manis seluas 150 m² di Dusun Wonorekso, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh. Pada kedua demplot, tim menerapkan tiga perlakuan yang dibandingkan secara berdampingan: aplikasi bioherbisida HERBITEK, aplikasi herbisida sintetis konvensional sebagai pembanding, serta petak kontrol tanpa perlakuan apa pun.

Bioherbisida granul diaplikasikan dengan dosis 67,5 kg/ha dalam bentuk tepung umbi teki yang telah digranulasi, ditaburkan langsung ke lahan. Aplikasi dilakukan pada prinsip pra-tumbuh (pre-emergence), yaitu disebar segera setelah tanam jagung dan padi, sebelum benih gulma sasaran terutama gulma daun lebar sempat berkecambah. Dengan pendekatan ini, senyawa alelopati alami yang terkandung dalam umbi teki bekerja menekan pertumbuhan gulma sejak awal fase tanam, sehingga persaingan hara dan cahaya antara gulma dan tanaman budidaya dapat diminimalkan sedari dini.

Penanda identitas demonstrasi plot jagung manis di Dusun Wonorekso, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi.
Bioherbisida granul berbahan dasar umbi teki yang telah dikemas dan siap diaplikasikan di lahan uji coba.

Setelah aplikasi, tim akan melakukan monitoring pertumbuhan gulma dan respons tanaman budidaya secara berkala setiap minggu, mengukur sejumlah parameter agronomis hingga memasuki masa produktif tanaman. Data yang terkumpul dari monitoring inilah yang nantinya akan menjadi dasar evaluasi efektivitas produk secara ilmiah, sebelum kegiatan dilanjutkan ke tahap penyempurnaan formula dan standardisasi produksi skala industri.

Setiap petak perlakuan pada demonstrasi plot diberi label identitas untuk memudahkan proses monitoring dan pengambilan data mingguan.

Kegiatan ini melibatkan tim peneliti IPB University yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. M. Achmad Chozin, M.Agr., selaku inventor teknologi bioherbisida umbi teki, bersama Prof. Dr. Dwi Guntoro, S.P., M.Si., Dr. Ir. Maya Melati, MS, MSc., Dr. Dhika Prita Hapsari, S.P., M.Si., Brayen Patandean, S.TP., M.Si., dan Vitho Alveno, S.P., M.Si. Di lokasi, tim IPB University disambut dan didampingi langsung oleh PT Pandawa Agri Indonesia selaku mitra industri yang dipimpin oleh Wahyudi beserta jajaran timnya di lapangan.

“Uji coba lapangan di Banyuwangi ini menjadi pembuktian nyata bahwa inovasi bioherbisida umbi teki yang sudah kami kembangkan bertahun-tahun dan dipatenkan ini siap diuji langsung di lahan petani, tidak hanya berhenti di laboratorium. Kami ingin memastikan produk ini benar-benar efektif dan aman sebelum didorong ke skala komersial,” ujar Prof. Dr. Ir. M. Achmad Chozin, M.Agr., Ketua Tim Peneliti sekaligus inventor HERBITEK.

Sementara itu, dari pihak mitra industri, Wahyudi selaku pimpinan PT Pandawa Agri Indonesia menyampaikan optimismenya terhadap potensi kerja sama ini. “Kami melihat peluang besar dari produk bioherbisida ramah lingkungan berbahan baku lokal ini. Harapannya, hasil uji coba di Banyuwangi dapat menjadi acuan sebelum kami perluas kemitraan produksi dan distribusinya kepada petani di berbagai daerah,” ungkapnya.

Selama ini, petani Indonesia sangat bergantung pada herbisida sintetis yang harganya relatif mahal, sebagian besar bahan bakunya masih impor, serta berisiko menimbulkan residu berbahaya bagi kualitas lahan dan lingkungan dalam jangka panjang. Bioherbisida granul umbi teki hadir sebagai alternatif yang memanfaatkan gulma umbi teki (Cyperus rotundus), yang justru banyak dijumpai di lahan pertanian di seluruh Indonesia sebagai bahan aktif utama.

Produk yang telah mengantongi paten atas proses produksi, komposisi, serta mesin granulator khususnya ini diklaim ramah lingkungan karena mudah terdegradasi, aman bagi tanaman budidaya, serta berbahan baku lokal yang melimpah sehingga berpotensi menekan biaya produksi dan mengurangi ketergantungan pada bahan impor. Dengan tren pertanian organik yang terus meningkat di Indonesia, inovasi ini diyakini memiliki peluang pasar yang strategis untuk mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus kemandirian nasional dalam pengendalian gulma.

Kondisi demonstrasi plot uji coba HERBITEK di Dusun Krajan, Desa Kabat, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi.

Meski hasil pengujian belum dapat disampaikan karena monitoring baru dimulai, pelaksanaan uji coba lapangan ini menjadi langkah awal yang krusial dalam rangkaian kegiatan pengembangan inovasi bioherbisida umbi teki tahun 2026. Tim akan terus memonitor perkembangan demplot padi dan jagung secara berkala hingga masa panen, sebelum hasilnya dianalisis dan menjadi dasar bagi tahap berikutnya: penyempurnaan produk, penyusunan strategi pemasaran dan distribusi melalui koperasi serta toko sarana produksi pertanian, hingga advokasi dukungan regulasi dan kemitraan lebih luas dengan pemerintah maupun industri.

Kolaborasi antara IPB University dan PT Pandawa Agri Indonesia dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model kerja sama industri-akademisi yang mempercepat hilirisasi hasil riset perguruan tinggi menjadi solusi nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh petani di lapangan.

Tim peneliti IPB University bersama mitra PT Pandawa Agri Indonesia berfoto bersama di lokasi demonstrasi plot uji coba HERBITEK, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Narahubung: Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB University
Email: pkht@apps.ipb.ac.id | Telp: (0251) 8326881

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
Click outside to hide the comparison bar
Compare