Dosen AGH-Faperta-IPB : SOP budidaya tanaman obat sebagai tanaman potensial untuk kedaulatan dan hak kekayaan Indonesia
Dosen AGH-Faperta-IPB : SOP budidaya tanaman obat sebagai tanaman potensial untuk kedaulatan dan hak kekayaan Indonesia
Beberapa jenis tumbuhan potensial di daerah tropis yang ada di Indonesia adalah bambu, anggrek, serta yang terpenting adalah tanaman obat sebagai sumber bahan baku pengobatan. Tanaman obat sangat berperan dalam menyediakan bahan baku terstandar yang bermutu dan berkelanjutan. “SOP budidaya tanaman obat diperlukan untuk berbagai tanaman obat akibat kekhasan setiap jenis spesies tanaman obat. Sediaan bahan baku obat yang terstandar diperlukan akibat berbagai penyakit yang ditemukan misalnya penyakit-penyakit infeksius, non infeksius dan degeneratif yang ada pada saat ini, dan di masa mendatang,” terdapat beberapa kelemahan yang perlu untuk dibenahi oleh pemangku kebijakan dalam menjaga kekayaan hayati yang dimiliki Indonesia. Saat ini belum tersedia Standard Operating Procedure (SOP) budidaya, ketersediaan bahan tanaman yang terbatas, dan teknologi pengolahan yang umumnya masih tradisional dan tidak higienis, membuat banyak tanaman obat belum dibudidayakan. Hal tersebut disebabkan oleh masih kurangnya kesadaran dalam melakukan teknik budidaya maupun penanganan pasca panen yang terstandar sehingga tanaman obat lokal yang potensial tidak termanfaatkan dengan baik.
Search
Recent Posts
- Departemen AGH IPB Terima Kunjungan Planet Asia untuk Inisiasi Riset Sawit March 17, 2026
- AGH Department Strengthens Global Visibility Through JSPP 67th Annual Meeting March 16, 2026
- Panen Tiga Varietas Anggur Hasil Penelitian Mahasiswa S2 AGH IPB di ATP Cikarawang March 13, 2026
- Tinjauan Manajemen Fakultas Pertanian IPB Bahas Peningkatan Standar SPMI March 12, 2026
- Rapat Persiapan Reakreditasi Program Studi Magister (S2) Agronomi dan Hortikultura (AGH) IPB March 11, 2026