Dosen IPB Pulang Kampung Ajari Warga Bertani di Wingkomulyo

15gdosen-pwr-fid-256992303

Dosen IPB Pulang Kampung Ajari Warga Bertani di Wingkomulyo

PURWOREJO, kedu-suaramerdeka.com – Suasana berbeda tampak di balai pertemuan Desa Wingkomulyo, Kecamatan Ngombol, Selasa (15/7). Lima orang dosen dari Institut Pertanian Bogor (IPB) datang khusus untuk menggelar pelatihan budidaya tanaman bagi warga desa melalui program bertajuk “Dosen Mengabdi Pulang Kampung.”

Prof. Eni Widayati, yang merupakan putri asli Desa Wingkomulyo dan saat ini menjadi dosen di IPB turut terlibat dalam program ini. Kegiatan ini tak hanya menghadirkan teori di balai desa, tetapi juga praktik langsung di halaman rumah warga. Warga dilibatkan untuk menyemai benih, merakit alat irigasi otomatis tanpa listrik, hingga mempelajari inovasi varietas tanaman unggul.

Pelatihan ini juga diikuti oleh anggota PKK, kelompok tani, dan warga desa lainnya. Dengan antusiasme yang besar, diharapkan inovasi pertanian dari kampus ternama ini bisa diterapkan secara berkelanjutan, bukan hanya di Wingkomulyo tetapi juga desa-desa lain di Kecamatan Ngombol.

“Tujuannya adalah membawa inovasi-inovasi IPB ke masyarakat desa. Misalnya, cabe varietas Bonita yang tahan penyakit dan punya tingkat kepedasan tinggi, lalu padi varietas IPB 12S yang produktivitasnya tinggi dan rasanya pulen,” terang Prof. Eni Widayati.

Ia juga memperkenalkan inovasi fertigator otomatis nirdaya atau FONI, sebuah sistem irigasi dan pemupukan yang memanfaatkan perbedaan ketinggian air, sehingga tidak memerlukan listrik. “Dengan FONI, petani tak perlu menyiram tanaman setiap hari, dan pupuk bisa langsung dicampur saat irigasi,” jelasnya.

Tim dosen yang hadir terdiri dari Prof. Muhammad Syukur (pemulia cabe), Prof. Khusnul Arif (inovator FONI), Prof. Setyo Pertiwi (ahli mekanisasi), Prof. Ani Kurniawati (budidaya tanaman), serta Prof. Eni sendiri yang mendalami ilmu dan teknologi benih.

“Kami ingin memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) agar paling tidak, dalam skala keluarga, warga bisa memanen sendiri setiap bulan. Selain itu, kami juga ingin membantu mengatasi masalah air di sini. Untuk lahan kering, kami rekomendasikan padi varietas IPB 9G (Gogo) yang tahan kekeringan,” tambah Prof. Eni.

Benih cabe Bonita dan padi IPB 12S sendiri dapat dibeli secara daring melalui Tokopedia, di toko Botani Seed dan Benih Darmaga.

Camat Ngombol, Adi Pawoko, menyambut baik kegiatan ini. “Kami berterima kasih kepada IPB. Harapan kami, pengetahuan ini bisa diterapkan para petani di Ngombol, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa petani di wilayah Ngombol sudah mulai memanfaatkan teknologi pertanian modern seperti drone untuk pemupukan. Namun, kebutuhan air masih menjadi persoalan besar, terutama saat musim kemarau.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Desa Wingkomulyo, Agung Kristoko. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan hasil pertanian di desanya, terutama memanfaatkan lahan kosong yang banyak tersedia. “Bu Eni memang warga sini, dan kini kembali membagikan ilmunya kepada kami. Ini sangat bermanfaat untuk masyarakat,” ucapnya.

Sumber: https://kedu.suaramerdeka.com/kedu/2115543272/dosen-ipb-pulang-kampung-ajari-warga-bertani-di-wingkomulyo

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
Click outside to hide the comparison bar
Compare